HUBUNGAN ANTARA KEIMANAN
DENGAN AMAL SHALEH, KEJUJURAN DAN KEADILAN
Oleh : Agus Budiman
Hubungan antara keimanan dengan amal shaleh, kejujuran dan
keadilan, yaitu iman dalah dasar
atau landasan dari amal soleh. Amal soleh akan bernilai
atau menjadi sebuah ibadah jika didasari keimanan yang benar., sesuai Q.S.
Al-Kahf Ayat 107
“Sungguh, orang yang beriman dan mengerjakan
kebajikan, untuk mereka disediakan surga Firdaus sebagai tempat tinggal.” (Q.S
18 : 107)
Sebenarnya amal soleh dan
iman ini merupakan satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan. karena amal soleh
merupakan bentuk implementasi keimanan seseorang. Amal soleh tanpa didasari
iman tidak ada artinya dan begitupun sebaliknya. Hal ini tercermin dalam al-Qur’an, kata iman dan amal saleh hampir
selalu beriringan dalam satu ayat misalnya dalam QS. Al-‘Ashr ayat 3, At-Tin ayat 6,
Al-Bayinah ayat 7 dst. Ini aberarti betapa penting amal salih dan berbuat kebajikan.
Selanjutnya bagaimana hubungan keimanan dan amal soleh ini
dengan kejujuran dan keadilan? Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa orang
yang Keimananya benar maka akan mengerjakan amal soleh sebagai bentuk
implementasi keimanya, selain itu sebagi efek dari keimanya seseorang akan
berbuat jujur dan memang dituntut harus demikian kemudian efek atau tuntutan
dari kejujuran ini yaitu keadilan. Jadi idealnya seseorang yang beriman akan
mengerjakan amal soleh dan bentuk dari amal soleh ini diantaranya adalah berkata/berbuat
jujur dan berlaku adil dalam segala aspek kehidupanya. Hal ini sesuai dengan
firman Allah dalam Q,S An-Nisa: 135.
“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu
orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap
dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin,
maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu
karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan
(kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha
Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.”
(Q.S An-Nisa:135)
This entry was posted on Kamis, 28 Mei 2015 at 00.59. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response.


Losht gk rewal