LAPORAN KUNJUNGAN KE BB BIOGEN

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Profil BB Biogen
I.1.1. Lokasi
BB Biogen terletak di Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor, tepatnya di Jalan Tentara Pelajar 3A, Kota Bogor, 1611.

I.1.2. Sejarah
BB BIOGEN BOGOR merupakan salah satu lembaga di bawah badan Litbang Pertanian yang berfungsi melakukan penelitian biologi dan sumber genetika pertanian BB BIOGEN BOGOR mempunyai sejarah berupa beberapa pergantian nama diantaranya pada  tahun 1918  - 1949 : Algemeen Proefstation voor den Landbouw (Balai Besar Penyelidikan Pertanian) , tahun 1949 - 1952 :  Jawatan Penyelidikan Pertanian, tahun 1952 - 1966 : Algemeen Proefstation voor den Landbouw (Balai Besar Penyelidikan Pertanian / General Agriculture Experiment Station), tahun 1966 - 1980 : Lembaga Pusat Penelitian Pertanian, tahun 1980 - 1994 : Balai Penelitian Tanaman Bogor (Balittan), tahun 1994 - 2002 : Balai Penelitian Bioteknologi Tanaman Pangan (Balitbio), tahun 2002 - 2003 : Balai Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (Balitbiogen), tahun 2003 - sekarang : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB-Biogen).

I.1.3. Visi dan Misi
BB Biogen Bogor memiliki visi dan misi.
Visi : Menjadi lembaga litbang berkelas dunia dalam mengembangkan sumberdaya lokal Indonesia berbasis bioteknologi.
Misi : Untuk mewujudkan visi tersebut secara spesifik misi BB-Biogen adalah (1) memperkuat kapasitas sumberdaya institusi dalam bidang pemanfaatan sumberdaya genetik lokal berbasis bioteknologi, (2) menghasilkan dan mendiseminasikan teknologi dan rekomendasi bioteknologi dan pengelolaan sumberdaya genetik, (3) melakukan analisis kebijakan dan rekomendasi tentang pengembangan dan penerapan bioteknologi modern dan pengelolaan sumberdaya genetik, (4) mengembangkan jejaring kerjasama dalam rangka pengembangan ipteks dan pengembangan peran BB-Biogen dalam pembangunan pertanian.
Untuk mendukung visi dan misinya telah ditetapkan kebijakan mutu BB-Biogen, sebagai berikut:
1.        Menjadi pusat penelitian bioteknologi dan SDG pertanian yang unggul dan mampu menumbuhkembangkan teknologi keilmuan profesionalisme dan kesejahteraan masyarakat secara luas.
2.        Berkomitmen tinggi untuk senantiasa melakukan perbaikan terus menerus dalam memberikan dan meningkatkan kepuasan stakeholder melalui hasil penelitian dan setiap aspek terkaitnya.
3.        Berkontribusi untuk menerapkan sistem manajemen mutu secara efektif dan berupaya memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan yang relevan.
I.I.4. Struktur Organisasi
Struktur organisasi BB-Biogen secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut:

Kepala Balai: Dr. Karden Mulya
Kepala Bagian Tata Usaha: Drs. Pandoyo, MM.
Kepala Subbag Kepegawaian: Ir. Niswatin, M.Si.
Kepala Subbag Rumah Tangga & Perlengkapan: Drs. Matadjib
Kepala Subbag Keuangan: Ir. Faizal Abidin
Kepala Bidang Program & Evaluasi: Dr. Tri Puji Priyatno, MSc.
Kepala Seksi Program: Nur Azizah, SSi., MSi.
Kepala Seksi Evaluasi: Ir. Restu Aan Sonny Wibisono
Kepala Bidang Kerja Sama & Pendayagunaan Hasil Penelitian: Ir. Asmawati Achmad, MBA
Kepala Seksi Kerja Sama: Ir. Kristina Dwiatmini, MSi
Kepala Seksi Pendayagunaan Hasil Penelitian: Ir. Ida N. Orbani
Ketua Kelompok Peneliti Pengelolaan Sumber Daya Genetik: Dr. Sutoro
Ketua Kelompok Peneliti Biologi Sel dan Jaringan:  Prof. Dr. Ika Mariska
Ketua Kelompok Peneliti Biologi Molekular: Prof. Dr. Bahagiawati A.H.
Ketua Kelompok Peneliti Biokimia: Dr. I Made Samudra

I.2. Tujuan Kunjungan
Adapun tujuan diadakanya studi lapangan ke BB Biogen adalah sebagai berikut :
1)      Memperluas pengatahuan mahasiswa khusunya tentang mata kuliah genetika.
2)      Sebagai bentuk pelaksanaaan praktikum mata kuliah genetika.
3)      Mencari  informasi tentang hasil penelitian-penelitian terbaru BB Biogen

I.3. Manfaat Kunjungan
Kunjungan  studi  lapangan ini diharapkan  dapat memiliki manfaat bagi mahasiswa, diantaranya mahasiswa dapat mengetahui lembaga-lembaga penelitian dan hasil-hasil penelitianya yang berkaitan dengan  mata  kuliah genetika .




BAB II
RUANG LINGKUP KEGIATAN BB BIOGEN

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB-Biogen) adalah unit pelaksana teknis di bidang penelitian dan pengembangan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. BB-Biogen ini terbentuk berdasarkan SK Mentan No. 631/Kpts/OT.140/12/2003, yang secara efektif sejak Januari 2004. BB-Biogen mempunyai tugas dan mandat untuk melaksanakan kegiatan penelitian bioteknologi dan sumberdaya genetik pertanian.
1.      Penyusunan program dan evaluasi penelitian dan pengembangan bioteknologi dan sumberdaya genetik pertanian;
2.      Pelaksanaan penelitian konservasi dan karakterisasi yang meliputi fisik, kimia, biokimia, metabolisme biologis dan biomolekuler sumberdaya genetik pertanian;
3.      Pelaksanaan penelitian bioteknologi sel, bioteknologi jaringan, rekayasa genetik, dan bioprospeksi sumberdaya genetik ;
4.      Pelaksanaan penelitian keamanan hayati dan keamanan pangan produk bioteknologi;
5.      Pelaksanaan pengembangan sistem informasi hasil penelitian  dan pengembangan bioteknologi dan sumberdaya genetik pertanian;
6.      Pelaksanaan pengembangan  komponen teknologi sistem dan usaha agribisnis produk bioteknologi pertanian;
7.      Pelaksanaan kerjasama dan pendayagunaan hasil penelitian bioteknologi dan sumberdaya genetik pertanian;
8.      Pengelolaan tata usaha dan rumah tangga BB-Biogen.





BAB III
LABORATURIUM BB BIOGEN

Laboratorium BB-Biogen mempunyai tugas melakukan koordinasi dan pembinaan kepada laboratorium lingkup BB-Biogen untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi BB-Biogen. Dalam melakukan tugas tersebut, Laboratorium BB-Biogen mempunyai fungsi sebagai berikut:

1.    Melakukan koordinasi dan pembinaan laboratorium lingkup BB-Biogen untuk secara bertahap menerapkan sistem mutu sesuai SNI/ISO.
2.    Melakukan pelayanan uji sesuai dengan ruang lingkup lab akreditasi.
3.    Memelihara sistim mutu laboratorium dan meningkatkan ruang lingkup uji lab akreditasi BB-Biogen.
4.    Melakukan penelitian dan pengembangan metoda analisis dan sistim mutu laboratorium.
5.    Memberikan pelatihan dan konsultasi teknik analisis dan sistim mutu laboratorium.

III.1.  Jenis Laboratorium Yang Terdapat di BB Biogen

III.1.1. Fasilitas Bank Gen
Laboratorium Bank Gen dan Genetika Tanaman, berlokasi di BB-Biogen Bogor. Di tempat inilah kegiatan koleksi dan konservasi plasma nutfah tanaman pangan (padi, jagung, sorgum, kedelai dan kacang-kacangan) dilakukan. Plasma nutfah tanaman pangan disimpan dalam bentuk benih pada kondisi penyimpanan jangka pendek (untuk koleksi aktif / working collection), jangka menengah dan jangka panjang (sebagai koleksi duplikat). 

Beberapa fasilitas yang dimiliki bank gen Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian - Bogor untuk konservasi plasma nutfah tanaman pangan meliputi:

1.        Laboratorium Bank Gen dan Genetika Tanaman, memiliki 6 buah deep freezer (temperatur –18oC), 3 buah chiller (temperatur 0-5oC) dan ruangan penyimpanan benih (temperatur 15-20oC dan kelembaban 50%) untuk penyimpanan benih padi, jagung, kedelai, sorgum dan kacang-kacangan.
2.        Field gene bank untuk konservasi lapang plasma nutfah ubikayu, ubijalar dan ubi -ubian minor.
3.        Laboratorium Kultur In Vitro, yang dilengkapi perangkat penunjang untuk konservasi plasma nutfah tanaman pangan secara in vitro dan kriopreservasi.
4.        Ruang komputer, untuk kegiatan pengembangan database plasma nutfah tanaman pangan.

III.1.2. Laboratorium Biologi Molekuler
Laboratorium Biologi Molekuler mempunyai tugas melakukan kegiatan penelitian untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kelti Biologi Molekuler. Dalam melakukan tugas tersebut, Laboratorium Biologi Molekuler mempunyai fungsi sebagai berikut:
1.        Melakukan analisis genotipe secara molekuler
2.        Melakukan identifikasi, isolasi, kloning, dan karakterisasi gen
3.        Melakukan konstruksi, transformasi dan studi ekspresi gen
4.        Melakukan studi functional genomics
5.        Melakukan deteksi produk rekayasa genetik secara molekuler
6.        Memberikan pelatihan dan konsultasi teknik marka molekuler dan transformasi genetic

Peralatan yang tersedia di Laboratorium Biologi Molekuler meliputi:
·         Freezer Tropicalized Sansio
·         Electrophoresis unit
·         UV Stratalinker 1800 Stratagene
·         Timbangan Kern 770
·         Timbangan GT 410 Ohaus
·         Biosafety cabinet/ laminar flow lab culture Esco class II type A2
·         Incubator
·         Centrifuge 5810 Eppendorf
·         Microfuge 12 Beckman
·         UV illuminator Chemidoc EQ Biorad
·         Spectrofotometer Smartspec Plus Biorad
·         Electroporator micropulser Biorad
·         Programmable thermal controller MJ Research DNA engine (single: PTC-100 dan tetrad: PTC-225)
·         Vertical Gel Electrophoresis
·         ALF express II dan Repro set, Amersham Pharmacia Biotech

III.1.3. Laboratorium Biologi Sel dan Jaringan
Laboratorium Biologi Sel dan Jaringan mempunyai tugas melakukan kegiatan penelitian untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kelti Biologi Sel dan Jaringan. Dalam melakukan tugas tersebut, Laboratorium Biologi Sel dan Jaringan mempunyai fungsi sebagai berikut:

1.    Melakukan pengembangan metode regenerasi tanaman secara in vitro.
2.    Melakukan perbaikan genetik tanaman melalui fusi protoplas, fertilisasi in vitro, kultur haploid/mikrospora, seleksi in vitro, keragaman somaklonal, dan penyelamatan embrio.
3.    Melakukan pencarian metode  konservasi plasma nutfah tanaman melalui teknik kultur in vitro.
4.    Melakukan pengembangan teknik kultur in vitro untuk produksi metabolit sekunder.
5.    Memberikan pelatihan, pelayanan dan konsultasi teknik kultur in vitro.

Peralatan yang tersedia di Laboratorium Biologi Sel dan Jaringan meliputi:
·                Laminar air flow (import)
·                Laminar air flow (lokal)
·                Autoclave
·                Oven
·                pH meter
·                Inverted microscope
·                Stereo microskope with digital camera
·                Timbangan analit (4 digit)
·                Timbangan analit (3 digit)
·                Distiling unit
·                Orbital shaker
·                Hot plate magnetic stirrer
·                Growth chamber
·                Rak kultur
·                Sentrifuse

III.1.4. Laboratorium Mikrobiologi
Laboratorium Mikrobiologi mempunyai tugas melakukan kegiatan penelitian untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi BB-Biogen khususnya di bidang mikrobiologi. Dalam melakukan tugas tersebut, Laboratorium Mikrobiologi mempunyai fungsi sebagai berikut:
1.        Melakukan analisis mikrobiologis produk pertanian.
2.        Melakukan pengembangan metode analisis dibidang mikrobiologi.
3.        Melakukan kajian metabolisme mikroba pertanian.
4.        Memberikan pelatihan, pelayanan dan konsultasi tentang mikrobiologi pertanian.

III.1.5. Laboratorium Terpadu
Laboratorium Terpadu mempunyai tugas melakukan kegiatan penelitian yang berkaitan dengan penggunaan Microarray, automatic genetic analyzer dan RT-PCR untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi BB-Biogen. Dalam melakukan tugas tersebut, Laboratorium Terpadu mempunyai fungsi sebagai berikut:
1.        Melakukan identifikasi gen menggunakan microarray.
2.        Melakukan sekuensing dan genotyping menggunakan pelabelan fluorescens.
3.        Melakukan deteksi produk rekayasa genetik  menggunakan RT-PCR.
4.        Melakukan kuantifikasi ekspresi gen menggunakan RT-PCR.
5.        Memberikan pelayanan, konsultasi dan pelatihan penggunaan automatic genetic analyzer, RT-PCR,  dan microarray.

III.1.6. Fasilitas Uji Terbatas (FUT)
Fasilitas Uji Terbatas mempunyai tugas melakukan kegiatan penelitian untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi BB-Biogen khususnya pengujian keamanan hayati tanaman hasil rekayasa genetik, baik untuk penelitian maupun komersialisasi di Indonesia. Dalam melakukan tugas tersebut, Fasilitas Uji Terbatas mempunyai fungsi sebagai berikut:
1.    Melakukan uji weediness / invasiveness tanaman hasil rekayasa genetik
2.    Melakukan uji dampak tanaman hasil rekayasa genetik terhadap organisme non target.
3.    Melakukan uji efikasi gen interes tanaman hasil rekayasa genetik.
4.    Melakukan persilangan tanaman hasil rekayasa genetik.
5.    Memberikan pelayanan, pelatihan dan konsultasi pengujian keamanan hayati tanaman hasil rekayasa genetik.

Peralatan yang tersedia di Fasilitas Uji Terbatas meliputi:
·        Growth Chamber: Forma Scientific
·        Rumah Kaca double door
·        Ruang bioasai serangga
·        Gene Gun PDS-1000/He Biorad
·        Ruang persiapan tanah
·        Gudang perbekalan
·        Oven Memmert Model 400
·        Emergency Shower merk Haws
·        Laminar air flow : Esco model EBH
·        Autostill merk GFL 2004
·        Top Balance AND SK-1000
·        Top Balance HL-400
·        Analytical Balance AA-250

III.1.7. Laboratorium Bioinformatika
Laboratorium Bioinformatika mempunyai tugas melakukan kegiatan untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi BB-Biogen khususnya di bidang bioinformatika dalam melakukan tugas tersebut, Laboratorium Bioinformatika mempunyai fungsi sebagai berikut:
1.    Melakukan penelusuran pustaka genom, membandingkan sekuen, menganalisis struktur protein dengan menggunakan komputer.
2.    Melakukan kuantifikasi karakter biometrik melalui analisis citra (image analysis).
3.    Menyediakan dan mengelola data-base informasi biologi.
4.    Melakukan kegiatan pelayanan konsultasi, analisis data dan pelatihan bioinformatika.

Peralatan yang tersedia di Laboratorium Bioinformatika meliputi:
·      UV/Visible- Spektrofotometer
·      Atomic Absoprtion Spectrophotometer
·      GC-dengan berbagai detector
·      HPLC/dengan berbagai detector
·      Trace Analyzer/Polarography
·      Destilasi- Kyeldahl
·      pH-meter
·      Konductivity-meter
·      Turbidimeter
·   Analytical Balance
·   Top Pan Balance
·   Oven
·   Mesin Giling tanaman
·   Autostill (Destilati air otomatik)
·   Mikroskop Elektron
·   Elektrophoresis

III.1.8. Laboratorium Kimia/ Biokimia
Laboratorium Biokimia terdiri dari:
1.        Deteksi virus patogen.
2.        Deteksi bakteri patogen.
3.        Deteksi senyawa toksin.




BAB IV
HASIL PENELITIAN BB BIOGEN

IV.1. Hasil-Hasil Penelitian BB Biogen Tahun 2012
Dalam Rencana Strategi BB Biogen 2010-2014, Visi BB Biogen ialah: menjadi lembaga litbang berkelas dunia dalam mengembangkan sumber daya lokal Indonesia berbasis bioteknologi. Untuk mewujudkan visi tersebut, maka misinya ialah: (1) memperkuat kapasitas sumberdaya institusi dalam bidang pemanfaatan sumber daya genetik lokal berbasis bioteknologi, (2) menghasilkan dan mendiseminasikan teknologi dan rekomendasi bioteknologi dan pengelolaan sumber daya genetik, (3) melakukan analisis kebijakan dan rekomendasi tentang pengembangan dan penerapan bioteknologi modern dan pengelolaan sumber daya genetik, (4) mengembangkan jejaring kerjasama dalam rangka pengembangan iptek dan pengembangan peran BB Biogen dalam pembangunan pertanian.
Kegiatan utama BB Biogen adalah Penciptaan Teknologi dan Varietas Unggul Berdaya Saing, melalui Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian.

IV.2. Hasil Penelitian BB Biogen Yang Dicapai Pada Tahun 2012
Hasil Penelitian BB Biogen yang dicapai pada tahun 2012  adalah sebagai berikut:

 (A)     Sasaran 1: Tersedianya jumlah aksesi SDGP yang dikonservasi atau diiremajakan sebanyak 4.650 aksesi,
Pada sasaran ini capaian fisik pelaksanaan lapang sebesar 101,70%. Target yang telah diperoleh berupa: (1) 40 aksesi isolat mikroba pertanian potensial terkarakterisasi, terrejuvenasi, dan terpreservasi; (2) Sejumlah 4.689 aksesi plasma nutfah tanaman pangan terkarakterisasi dan terkonservasi terdiri dari padi 494 aksesi, jagung 200 aksesi, kacang tanah 200 aksesi, kedelai 250 aksesi, kedelai edamame 103 aksesi, kacang hijau 250 aksesi, kacang tanah 115 aksesi, kacang potensial 140 aksesi, 600 aksesi ubikayu, 1.600 aksesi ubijalar, Dioscorea 206 aksesi, Ganyong 67 aksesi, Garut 30 aksesi, kentang hitam 9 aksesi, talas 215 aksesi dan konservasi invitro 210 aksesi plasma nutfah ubikayu, ubijalar, talas, dan gembili.

(B)     Sasaran 2: Tersedianya jumlah varietas atau galur harapan komoditas pertanian sebanyak 360 galur,
Pada sasaran ini capaian fisik pelaksanaan lapang  sebesar 102,77%. Target yang telah diperoleh berupa: 225 galur kedelai mutan M5, 50 galur mutan kedelai M6, 40 galur mutan kedelai M7   terbaik memiliki karakter umur genjah (lebih genjah dari varietas cek) dan produktivitas tinggi (setara atau lebih tinggi dari varietas cek), 70 galur tanaman T0 Wilis-GmNFR1A dan 50 galur tanaman T0 Anjasmoro-GmNFR1a di rumah kaca, 5 galur tanaman T2 kedelai Anjasmoro-AtCO (umur genjah) generasi T2, 10 galur padi BC6F1-Ciherang dan 10 galur BC6F1-Situbagendit, 4 galur kentang transgenik hasil persilangan yang tahan terhadap penyakit hawar daun (P. Infestans) di Lapangan Uji Terbatas, dan 26 galur gandum trangenik adaptif suhu 30oC±2oC  terdiri dari 16 galur gandum generasi T0 mengandung gen tuf dan 10 galur gandum generasi T1 gen OsDREB toleran kekeringan.

(C)     Sasaran 3: Tersedianya jumlah peta genetik sifat-sifat penting komoditas pertanian sebanyak 4 peta genetik,
Pada sasaran ini capaian fisik pelaksanaan lapang  sebesar 100%. Target yang telah diperoleh berupa: 1 draf awal sekuen rujukan (draf awal peta genetik) genom kelapa sawit Dura, 1 draf awal sekuen rujukan (draf awal peta genetik) genom jarak pagar IP3, 1 peta genetik marka SNP kakao, dan 1 peta genetik marka SNP terkait hasil dan umur panen pada padi.

(D)     Sasaran 4: Tersedianya Jumlah klon gen pengendali sifat-sifat penting komoditas pertanian sebanyak 6 klon gen,
Pada sasaran ini capaian fisik pelaksanaan lapang  sebesar 100%. Target yang telah diperoleh berupa: (1) 3 klon gen kandidat masing-masing untuk umur genjah (OsWRKY47), toleran kekeringan (OsPPCK) dan produktivitas tinggi (OsCKX). Gen kandidat untuk umur genjah OsWRKY47 telah dikonstruksi ke vektor ekspresi pCambia1301, (2) Untuk validasi fungsi gen, diperoleh informasi fungsi gen dari tiga kandidat gen yaitu gen untuk toleran kekeringan (OsERA1), gen untuk produktivitas (OsGS3), dan gen untuk umur genjah (AtCO).

(E)     Sasaran 5: Tersedianya Jumlah sidik jari DNA plasma nutfah pertanian sebanyak 288 aksesi,
Pada sasaran ini capaian fisik pelaksanaan lapang  sebesar 100%. Target yang telah diperoleh berupa: (1) profil sidikjari 96 aksesi padi telah selesai dilakukan dengan menggunakan 30 marka  dan (2) profil sidik jari DNA 192 aksesi mangga menggunakan 19  primer.

(F)     Sasaran 6: Tersedianya Produk Bioprospeksi Sumberdaya Genetik Pertanian sebanyak 1 formula,
Pada sasaran ini capaian fisik pelaksanaan lapang  sebesar 100%. Target yang telah diperoleh berupa: 1 formulasi feromon seks S. litura populasi Cirebon memiliki rasio terbaik antara Z,E-9,11 tetradecadienyl acetate :  Z,E-9,12 tetradecadienyl acetate adalah formula dengan perbandingan 90 : 10, dengan kuantitas terbaik berkisar antara 250 – 1000ug/ karet septa. Formulasi ini dapat dipakai untuk seks atraktan S. litura Indonesia.

IV.3. Hasil- hasil penelitian yang telah dicapai (Renstra 2005-2009)

Hasil- hasil penelitian yang telah dicapai (Renstra 2005-2009), meliputi:
1.        Eksplorasi/Koleksi, Konservasi, Karakterisasi Morfofisiologi dan Evaluasi   terhadap Cekaman Biotik (Hama dan Penyakit Utama) dan Abiotik (Kekeringan, Keracunan Al, Keracunan Besi, Penggunaan Pupuk Rendah) terhadap 10.362 Aksesi Koleksi Plasma Nutfah Tanaman Pangan.
2.        Konservasi 200 Isolat Mikroba Pertanian, Database 600 Aksesi Mikroba Pertanian, dan Perbaikan Potensi Mikroba Biogen CC dengan Teknik Mutasi (Perombak Bahan Organik dalam 4 Hari, Pelarut P untuk Efisiensi Penggunaan Pupuk Fosfat Sebesar 60% Pada Lahan Kahat P, serta Pengendali Fungi Patogen Padi dengan Efektivitas Sebesar >30%.
3.        Bioprospeksi Senyawa Bioaktif Pengendali Hama Penggerek Batang Kuning (Schirpophaga incertulas Walker) pada Padi dengan Efektivitas Penurunan Serangan >75%.
4.        Karakterisasi Galur-Galur Produk Bioteknologi: (i) Padi Toleran Kekeringan, Tahan Blas, Tahan Wereng Batang Coklat (WBC), (ii). Kedelai Toleran Kekeringan, Tahan Virus Kerdil (SSV) dan Toleran Lahan Masam Ph 5-5,5 dengan Efiktifitas   Ketahanan/Toleransi >75 %, Produktivitas >10 % dari Varietas Kontrol.
5.        Uji Daya Adaptasi 12 Galur Harapan Padi Hasil Wide Hybridization, Kultur Antera, dan Marka Aided Selection Tahan Penyakit HDB, Blas, Toleran Kekeringan dengan Efektifitas Penurunan Serangan >75 % dan Produktivitas >10 % dari Varietas Kontrol.
6.        Analisis Sidik Jari DNA 3526 Aksesi Padi Lokal dan Elit.
7.        Identifikasi Lima Gen Toleran Kekeringan pada Padi dengan Menggunakan Microarrays.
8.        Isolasi Gen Ketahanan Blas dan Hawar Daun Bakteri pada Padi Menggunakan Strategi Over-Ekspresi.
9.        Identifikasi Empat Alel Baru untuk Pembentukan Galur Harapan Padi   Tahan Penyakit HDB dan Keracunan Fe dengan Produktivitas > 9 Ton/Ha serta Galur Harapan Tahan Blas dan kahat P dengan Produktivitas > 5 ton/ha.
10.    Aplikasi Marka Molekuler Terkait Toleransi Terhadap Keracunan Aluminium pada Kedelai dengan Produktivitas Lebih dari 2.0 ton/ha.
11.    Aplikasi Marka untuk Pembentukan Varietas Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) dengan Kandungan Minyak di Atas 37% dan Produksi Biji di Atas 10 ton/hektar.
12.    Perakitan Padi Transgenik Toleran Kekeringan dan Tahan Blas yang Dapat Menekan 20% Kehilangan Hasil dengan Produktivitas 7-8,5 ton/ha.
13.    Pembentukan Tanaman Transgenik Kentang dan Tomat Tahan Penyakit yang Dapat Mengurangi 50% Aplikasi Pestisida.
14.    Aplikasi Kultur Antera dan Pencarian Marka Molekuler Fungsional Rf4 untuk Membentuk Satu Galur DH Pelestari dan Satu Galur Pemulih Kesuburan dari CMS-WA.
15.    Pembentukan Jagung Inbred dalam dua Generasi Menggunakan Galur Jagung Penginduksi Haploid.
16.    Metode Perbanyakan Tebu Secara In Vitro untuk Mendapatkan Bibit yang Lebih Murah 30% dari Harga Baku.
17.    Pembentukan Mutan Kedelai Berumur 70-80 Hari dengan Ketahanan > 60% terhadap Penggerek Polong dan Produktivitas 3 ton/ha.


IV.4. Hasil- hasil penelitian yang telah dicapai (Renstra 2000-2004)
Hasil- hasil penelitian yang telah dicapai (Renstra 2000-2004), meliputi:
1.      Varietas Code dan Angke tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri yang dikembangkan melalui pemanfaatan marka molekular.
2.      Tanaman putatif transgenik (T4) padi T-309 tahan terhadap penggerek batang padi.
3.      Tanaman terong hasil fusi protoplas dan silang balik yang tahan penyakit layu R. Solanacearum dan F. Oxysporium.
4.      Beberapa nomor harapan tanaman padi hasil seleksi in-vitro yang lebih tahan terhadap lahan masam
5.      Klon-klon panili dan pisang abaka tahan Fusarium oxysporum hasil seleksi in vitro dan irradiasi sinar gamma
6.      Klon-klon nilam hasil fusi protoplas yang mempunyai kadar minyak atsiri tinggi dan tahan terhadap nematoda
7.      Galur padi dan kedelai toleran terhadap keracunan alumunium (Al)
8.      Galur-galur harapan (F7) tanaman kedelai yang toleran terhadap tanah masam
9.      Koleksi 1.506 aksesi ubijalar, 580 aksesi ubikayu, 176 aksesi talas, 64 aksesi ubi kelapa, 33 aksesi gembili, 48 aksesi ganyong, 13 aksesi suweg, 16 aksesi gadung dan 17 aksesi garut telah dikoleksi sampai tahun 2000. Saat ini beberapa aksesi telah disimpan melalui teknik kultur jaringan.
10.   Teknologi pembuatan galur murni padi dengan cepat melalui kultur anter
11.   Teknologi perbanyakan bibit tanaman buah-buahan (manggis) dan tanaman hias (dieffenbachia, mawar, melati, anggrek Dendrobium)
12.   Teknologi fusi protoplas dan hibridisasi silang balik untuk memindahkan sifat tahan terhadap penyakit bakteri layu dari terong liar ke terong budidaya
13.   Teknologi produksi eugenol secara in vitro
14.   Teknologi deteksi dini patogen tanaman melalui perangkat ELISA
15.   Formulasi insektisida hayati berbahan aktif Nematoda Patogen Serangga (NPS) dan atau Nuclear Polyhydrosis Virus (NPV)
16.  Rhizoplus dan BioLestari untuk meningkatkan kemampuan akar kedelai menambat nitrogen (N) dari udara, sekaligus meningkatkan serapan fosfor (P) dari tanah.
17.  Strain Bacillus thuringiensis yang positif mengandung gen CryIA dan mempunyai toksisitas tinggi terhadap hama tanaman.
18.  Database plasma nutfah tanaman pangan.
19.  Sumber-sumber gen penting untuk toleransi terhadap cekaman abiotik, biotik serta mutu gizi.
20.  Koleksi plasma nutfah tanaman pangan dan mikroba
21.  Kandidat markah untuk toleransi terhadap keracunan aluminium pada padi.

IV.5. Tanggapan Mahasiswa Setelah Studi
BB Biogen adalah salah satu lembaga penelitian dalam bidang pertanian yang ber peranan penting dalam perkembangan dunia pertanian di Indonesia. Lembaga ini khusus berkonsentrasi pada penelitian genetik tanaman atau rekayasa tanaman. Besar kecilnya produktifitas kinerja lembaga ini disadari ataupun tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan pertanian di negara ini. Dinegara lain sudah banyak menerapkan paket teknologi dalam bidang pertaniannya, salah satunya adalah rekayasa genetik untuk menghasilkan varietas unggul yang kemudian diaplikasikan oleh para petaninya, jika di Indonesia belum demikian itu artinya akan terjadi ketertinggalan dan kalah saing dalam produk pertanian. Oleh karena itu,  BB Biogen harus mampu menjadi salah satu ujung tombak untuk  kemajuan pertanian diIndonesia.
Ditinjau dari hasil penelitianya, BB Biogen sudah banyak menghasilkan penemuan-penemuan yang cukup menggembirakan dan patut untuk diapresiasi. Contoh yang paling terlihat adalah pengaplikasian teknologi kultur jaringan yang hasilnya sudah banyak diaplikasikan oleh para petani. Namun keunggulan tersebut tidak berarti terlepas dari segala kekurangan yang ada. Ada beberapa hal yang masih disayangkan di BB Biogen ini khususnya yang berkaitan dengan kultur jaringan dan tanaman transgenik. Ada petugas yang mengeluhkan bahwa bahan/media-media yang digunakan dalam kultur jaringan masih terbilang konvensional/sederhana dan tidak mencoba menggunakan media-media yang baru/lebih baik. Menurut petugas hal itu tidak dicoba dilakukan karena media yang lebih baik harganya mahal sehingga sayang kalau untuk coba-coba (percobaan) padahal menurut saya tidak semestinya begitu karena jika kita tidak mencoba hal-hal yang baru kita tidak akan berkembang dan kemungkinan akan selalu terbelang.
Untuk tanaman transgenik, menurut petugas disana hal itu belum bisa diberikan dan diaplikasikan oleh para petani karena adanya beberapa kendala yaitu, standar keamanan tanaman tersebut yang masih perlu banyak penelitian dan yang kedua adalah masalah hukum. Di Indonesia pengaplikasian tanaman transgenik masih belum resmi dibolehkan oleh pemerintah dengan alasan tingkat keamanan pada manusia yang mengonsumsinya belum terjamin. sementara dinegara lain sudah diperbolehkan. Padahal menurut  saya BB Biogen sudah lama berdiri tapi sampai sekarang masalah tanaman transgenik belum menemukan titik terang (masih pro dan kontra), apakah BB Biogen dengan segala perangkat penelitianya tidak berusaha menuntaskan maslah ini misalnya dengan meyakinkan kepada pemerintah bahwa tanaman ini aman terhadap manusia atau memang ada kendala yang betul-betul tidak bisa dipecahkan, Tapi kendala model apa yang bisa seperti itu, Tapi kenapa dinegara lain bisa.




BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

V.1. Kesimpulan
BB Biogen adalah salah satu lembaga penelitian yang berada dibawah naungan badan litbang pertanian yang berperan penting dan sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan kemajuan pertanian di Indonesia. Lembaga ini berkonsentrasi pada penelitian yang berkaitan dengan genetika tanaman atau rekayasa gen. Banyak ilmu dan wawasan yang bisa kita dapatkan di lembaga penelitian tersebut, salah satunya yaitu dengan teknologi kultur jaringan hampir semua bagian tanaman dapat dijadikan induk tanaman untuk menghasilkan bibit-bibit yang baru dan unggul. BB Biogen cukup banyak mengsilkan penemuan-penemuan baru hasil penelitianya, dan ada yang hasilnya sudah bisa diaplikasikan oleh petani. Namun disamping itupun ada juga permasalahan yang perlu diselesaikan.

V.2. Saran
Dalam melaksanakan perananya, maka BB Biogen harus ditunjang dengang beberapa hal berikut :
1)   Pasilitas atau peralata penelitian harus lebih menunjang
2)   Jangan sayang untuk mencoba hal yang baru hanya karena hargga media  yang mahal, karena pasti ada anggaranya.
3)   Tingkatkan lagi komitmen dalam melakukan penelitian
4)   Permasalahan yang ada harus segera diselesaikan
5)   Tingkatkan sosialisasi dengan masyarakat atau petani agar BB Biogen lebih dikenal lagi oleh masyarakat luas tidak hanya oleh segelintir orang saja.




DAFTAR PUSTAKA

nixie meilya, [2013]. Laporan Praktikum Studi Tour. [Online]. Tersedia : http://nixiemeilya.blogspot.com/2013/01/laporan-praktikum-study-lapangan-bb.htm [06 Desember 2012]          

BB Biogen, [2012]. Hasil penelitian BB Biogen. [Online] Tersedia: file:///I:/genetika/Hasil%20Penelitian%20%20%20BB%20Biogen,%20Bogor.htm [06 Desember 2012]

BB Biogen, [2012]. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian. [Online], Tersedia : file:///I:/genetika/Balai%20Besar%20Penelitian%20Bioteknologi%20dan%20Sumberdaya%20Genetik%20Pertanian%20%28BB-Biogen%29%20-%20Litbang%20Pertanian.htm[06 Desember 2012]

BB Biogen, [2012]. Visi dan Misi BB Biogen. [Online], Tresedia : file:///I:/genetika/Visi%20dan%20Misi%20%20%20BB%20Biogen,%20Bogor.htm [06 Desember 2012]

BB Biogen, [2012]. BB Biogen. [Online], Tersedia: http//:biogen.litbang.deptan.go.id/psdg/psdg_program.php [06 Desember 2013]



by Unknown. 1 Comment