"NEGRI KHATULISTIWA"



Pengaruh Letak Astronomis Indonesia
Terhadap Iklim dan Waktu

“Negri Khatulistiwa”, iya ini salah satu julukan yang cukup populer yang disandang oleh negara kita yaitu Indonesia. Hal ini tidak lain karena didasarkan pada posisinya yang memang berada tepat di sepanjang garis khatulistiwa, yaitu garis yang membelah bumi menjadi dua bagian. Indonesia sebagai salah satu Negara tropis dikenal dengan tanahnya yang subur. Selain itu, juga tersohor dengan identitas agraris dan baharinya. Dengan letak astronomis Indonesia yang berada tepat di garis khatulistiwa tersebut, sehingga wajar jika hal ini sangat berpengaruh terhadap beberapa hal khususnya terhadap perubahan iklim dan waktu di Indonesia. Namun hal ini jarang sekali kita sadari, sehingga pengaruh letak astronomi indonesia terhadap perubahan iklim dan waktu belum banyak diketahui, oleh karenanya tulisan ini mencoba memapaparkan tentang hal itu.

Letak astronomis adalah letak suatu wilayah yang dilihat berdasarkan posisi garis bujur dan garis lintangnya. Dengan demikian berarti Letak astronomis Indonesia adalah posisi letak negara Indonesia berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Adapun yang dimaksud garis lintang adalah garis khayal vertikal yang melingkari bumi dan ditarik dari arah selatan sampai kearah utara dan sebaliknya. Sedangkan garis bujur adalah garis khayal horizontal yang membentang dari barat ketimur. “Menurut posisi astronomisnya, Indonesia terletak pada  6° LU (Lintang Utara) – 11° LS (Lintang Selatan) dan antara 95° BB (Bujur Barat) – 141° BT (Bujur Timur).”  (http://www.flickr.com)

Garis lintang sejajar dengan garis equator atau yang dikenal dengan nama garis khatulistiwa. Garis Lintang membentang mulai dari equator sampai ke wilayah kutub utara juga selatan. Garis lintang ini memberi pengaruh terhadap zona iklim suatu wilayah. Mereka yang letaknya berada di antara titik 23,27 o LU – 23,27 o LS dikenal dengan iklim tropis sebab pada titik tersebutlah matahari bersinar hampir sepanjang waktu. Wilayah tropis ini hanya memiliki dua musim yakni panas dan penghujan. Dilihat dari garis lintangnya, Indonesia masuk ke dalam kategori ini. Iklim lainnya adalah sub-tropis dengan 4 musim dan iklim kutub. Pada garis lintang, titik 0 o tepat pada garis khatulistiwa, maka pada garis bujur titik 0 o –nya ada pada garis kutub utara menuju kutub seatan yang secara tepat mengenai sebuah kota di Greenwich Inggris. Garis bujur ini membagi beberapa tempat ke dalam wilayah waktu yang berbeda. Untuk Indonesia, “berdasarkan Keputusan Presiden No.41 Tahun 1987 terdapat 3 zona waktu yakni WIB WITA dan WIT.”
Pengaruh Letak Astronomis Indonesia 
Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa letak astronomi ini sangat berpengaruh baik terhadap iklim maupun waktu di Indonesia. Pengaruhnya terhadap iklim yaitu menyebabkan negara ini tergolong sebagai negara tropis atau panas. Sebagai akibatnya, Indonesia memiliki beberapa ciri iklim yang khas antara lain :
1.      Temperatur yang cederung tinggi berkisar di 26o C - 28o C.
2.      Curah hujan yang mencapai 200 mm per tahunnya.
3.      Temperatur yang tinggi memngakibatkan terjadinya hujan zenithal atau yang dikenal juga dengan nama hujan naik ekuator.
4.      Terjadiny pelapukan bebatuan secara lebih cepat.
5.      Keanekaragaman hayati (fauna dan flora) yang jauh lebih tinggi ketimbang tempat lainnya di bumi.
6.      Munculnya gejala sosial yang khas dan dipengaruhi oleh model adaptasi penduduk terhadap iklim yang berlaku di tempat tersebut.

Pengaruh lainnya yang diakibatkan oleh letak astronomis berdasarkan garis bujur adalah perbedaan waktu yang antara lain sebagai berikut:
  1. WIB atau Waktu Indonesia bagian Barat: zona waktu ini mencakup Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan Barat juga Tengah. Adapun selisih waktunya dengan titik Greenwich Mean Time atau GMT adalah tujuh jam lebih dini.
  2. WITA atau Waktu Indonesia bagian Tengah: Zona waktu ini mencakup wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, NTB, Bali, NTT, juga Sulawesi. Adapun selisih waktunya dengan Greenwich Mean Rime atau GMT adalah delapan jam lebih dini.
  3. WIT atau Waktu Indonesia bagian Timur: Zona waktu yang satu ini melingkupi wilayah Maluku juga Irian Jaya. Adapun selisih waktunya dengan GMT atau Greenwich Mean Time adalah Sembilan jam lebih dini.
Dengan demikian, letak astronomis Indonesia berdasarkan garis bujur ini membuat wilayah Ibu Kota yakni Jakarta memiliki selisih waktu sejam dengan Makassar dan dua jam dengan Sorong, Papua. Indonesia yang terletak pada 6°  LU  - 11° LS adalah salah satu negara yang beriklim tropis. Biasanya negara yang beriklim tropis memperoleh sinar matahari yang melimpah. Dan hanya ada 2 musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Dikawasan Asia Tenggara, selain Indonesia negara-megara  yang beriklim tropis diantaranya Singapura, dan Malaysia. Sementara di kawasan Asia Selatan negara-negara yang bberiklim tropis diantaranya yaitu India, Sri Lanka, dan Maladewa. Selain itu  Hampir semua negara di kawasan Afrika dan Amerika Latin juga beriklim tropis seperti Ghana, Pantai Gading, Kuba, dan Brasil.

Pada umumnya negara-negara tropis memiliki berbagai macam kelebihan seperti tanahnya yang subur, curah hujan yang tinggi, sinar matahari yang melimpah, flora fauna yang beranegaragam, sumber daya alam yang melimpah ruah, dan masih banyak lagi kelebihan-kelebihan lainnya. Oleh karena itu sudah sepatutnya kita mensyukuri karunia yang telah diberikan oleh Tuhan tersebut kepada negara kita tercinta, Indonesia.

by Unknown. No Comments
Leave a Comment