Wahyu
Allah atau Al-Quran/ajaran hidup (Islam) pada prinsipnya adalah sebuah amanah
yang besar yang harus dijalankan semata-mata karena-Nya dan bukan karena yang
lain. Karenanya tidak semua amanah ini mampu dipikul/dijalankan oleh semua
mahluk-Nya. Dalam satu keterangan Allah SWT telah lebih dulu menawarkan amanah
ini kepada salah satu ciptaan-Nya selain manusia yaitu salah satunya gunung,
tapi gunung yang begitu kokohnya tidak mampu menerimanya. Namun manusia ketika
Allah menawarkan amanah ini dengan begitu percaya dirinya siap menerima dan
menjalankan amanah/wahyu yang begitu besar ini. Tapi dalam hal ini ada makna
yang tersirat yang dapat kita ambil, yaitu Allah dengan begitu bijaknya menawarkan
amanah-Nya tersebut kepada siapa yang menyanggupinya, tidak langsung menunjuk
mahluk/ciptaanya yang paling mampu. Padahal Allah Maha mengetahui dan Maha
Kuasa atas segala-galanya. Dan dengan cara Allah yang demikian, akhirnya
manusialah yang mau menerima dan menjalankan wahyu/amanah Allah tersebut atas
kesanggupanya.
Kriteria Pembawa Kebenaran
(Risalah)
Seorang
pembawa kebenaran atau Risalah tentu bukanlah manusia yang tidak meiliki
kriteria-kriteria terntu sebagai dasar untuk menjalankan dan menegakan
kebenaran tersebut. Allah SWT pasti memilih seorang pembawa kebenaran ini yang
benar-benar memenuhi syarat/kriteria. Pembawa kebenaran ini biasanya mendapat
gelar/sebutan langsung dari Allah, yaitu Nabi/Rasulullah (Rasul Allah). Lantas
apakah kriteria atau karakter-karakter yang dimiliki seorang Rasulullah (Rasul
Allah), diantaranya adalah sebagai berikut :
1)
Sidiq (Benar/Jujur)
Pembawa
kebenaran harus memiliki karakter jujur/selalu selalu berkata benar. Diluar kriteria
ini maka bukan lagi pembawa kebenaran.
2)
Tabligh (Menyampaikan)
Seorang
Rasul Allah tentu harus mampu menyampaikan apa yang diterimanya dari Allah SWT
yaitu berupa wahyu atau kebenaran. Tidak mampu menjalankan ini atau sengaja
tidak menyampaikanya (menutupi) maka gugurlah kriteria atau gelar
Nabi/Rasullahnya tersebut.
3)
Amanah (Dapat Dipercaya)
Amanah
erat kaitanya dengan jujur. Apabila kriteria sidiq (jujur) telah ada maka
amanah ini akan mengikuti atau muncul dengan sendirinya. Jadi amanah adalah
bagian dari salah satu kriteria pembawa kebenaran dan tidak bisa dipisahkan
dari jujur karena amanah merupakan efek dari jujur.
4)
fathonah (Cerdas)
Seorang
pembawa kebenaran yang telah memiliki karakter sidiq, tabligh dan amanah,
biasanya fathonah atau cerdas. Fatonah akan sangat dibutuhakan oleh seorang
pembawa kebenaran/peminpin untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Dan hal
ini telah dibuktikan oleh Nabi Muhammad SAW ketika dipercaya oleh orang-orang
kuraisi yang tengah berselisih masalah penempatan hajar aswad di mekah untuk
memberikan solusinya, dan Rasulullah dengan sangat bijak meberikan solusi
permasalahan tersebut dengan menempatkan hajar aswad tersebut secara
bersama-sama. Hal ini menggambarkan bagaiman kecerdasan Rasulullah.
Perbandingan Antara Wahyu dan Akal
Budi
Adapun
perbedaan antara produk (hukum/aturan) yang dihasilkan antara dari Allah yaitu
berupa wahyu dan manusia yaitu akal budi, dalam hal ini perbedaanya sangat jauh
sekali, dianytaranya :
Perbedaan
|
|
Wahyu Tuhan
|
Akal Budi
|
1)
Tak terikat oleh ruang dan waktu
|
1)
Terikat oleh ruang dan waktu
|
2) Tak
tersentuh oleh perubahan
|
2)
Selalu bergerak/mengalami perubahan
|
3) Mutlak
benar
|
3)
Kebenaranya bersifat relati/spekulatif
|
4) Abadi
|
4)
Tidak Abadi
|
5)
Dimensi Ruhani
|
5)
Dimensi fisik,psikologis dan pemikiran
|
Misi Kenabian
Seorang
Nabi atau Rasul Allah diutus kebumi ini memiliki fungsi dan tujuan/misi yang
jelas, seperti diantaranya :
1)
Memurnikan aspek ruhani (spiritual manusia)
2)
Menegakan dan menuntun manusia kepada kebenaran yang sejati
3)
Penyeimbang antara urusan jasmani (duniawi) dengan ruhani (ukhrawi)
4)
Menguatkan ruhaniah manusia
5)
Kemaslahatan umat manusia (kedamaian, keadilan dan kebenaran)
6) Jembatan
spiritual untuk memperkenalkan manusia dengan Tuhanya.
Kita
harus menyadari bahwa dengan adanya Nabi/Rasul sehingga kita dapat ‘mengenal’ Allah dan urusan-urusan
agama yang lainya. Kita tidak tahu bagaimana seandainya jika tidak di utus Nabi
dan Rasul sebagai jembatan penghantar wahyu Allah kepada mkita. Oleh karenaya
patut kita syukur dengan menjalankan sunah-sunahnya.
Perlu
kita sadari juga bahwa Allah pada dasarnya tidak berbahasa, yang berbahasa itu
mahluknya. Allah menurunkan wahyu-Nya kepada manusia dengan bahasa sebenarnya
itu adalah terjemahan atau wahyu Allah yang diekpresikan oleh Rasul dengan bahsasa
yang kita fahami, sebenarnya dari Allah itu ntah bagaimana menyampaikan
wahyunya kepada Rasul karena Allah tidak berbahasa seperti mahluknya. Karena
itulah Rasul bisa dikatakan sebagai “Penerjemah” wahyu Allah sehingga bisa
sampai kepada kita dan dapat kita pahami. Bahasa yang yang kita tahu bukanlah
bahasa Allah atau wahyu ini adalah bahasa
mahluknya, Allah dan mahluknya tidak sama dan tidak bisa dibandingkan karena
Allah tidak ada bandinganya.
Misi Kenabian Berjenjang
1) Muhammad
SAW adalah Rasul terakhir, tidak ada nabi da Rasul setelahnya
2) Risalah
yang dibawa oleh Rasulullah SAW adalah pelengkap dari risalah lainya dari Tuhan
kepada para Nabi dan Rasul sebelumnya.
3) Ajaran
Islam merupakan kompilasi dari berbagai ajaran-ajaran para Nabi dan Rasul
sebelumnya
4) Islam
sebagai satu-satunya agama terakhir yang diridhoi oleh Allah SWT
Silsilah Kenabian
Nabi
Ibrahim AS memiliki dua orang istri yaitu Siti Hajar dan Siti Sarah. Dari siti
hajar memiliki anak yaitu Nabi Ismail AS dan seterusnya hingga keturunanya yang
menjadi Nabi yaitu Nabi Muhammad SAW. Sementara itu dari siti sarah melahirkan
anak yaitu Nabi Ishak AS dan keturunan-keturunan berikutnya banyak yang menjadi
Nabi seperti Nabi Yakub AS dan seterusnya sampai kepada Nabi Isa AS.
(Oleh Agus Budiman, 2015)
This entry was posted on Kamis, 28 Mei 2015 at 09.50. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response.


CASINO BETTING - JTHub
Find the best CASINO BETTING in 안양 출장마사지 Las Vegas, 제천 출장샵 NV at JTHub. 수원 출장샵 안동 출장마사지 CASINO BETTING. Located at 남양주 출장샵 the end of the Fremont Street Experience, this casino-style location sits at the