MOBIL MASA DEPAN



Mobil Bandel dan Fleksibel

Saat ini mobil sudah menjadi kebutuhan manusia yang sepertinya hampir tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bagaimana tidak, saat ini kita berangkat ke sekolah, kampus, kantor, mengatar barang dan sebagainya menggunakan benda ini sebagai solusi untuk menunjang aktivitasnya dengan pertimbangan kenyaman, efektif dan ekonomis. Kondisi seperti ini membuat permintaan mobil khususnya di Indonesia semakin meningkat dan efeknya adalah volume kendaraan di Indonesiapun semakin tinggi, sementara disisi lain pelebaran jalan tidak sebanding dengan peningkatan jumlah kendaraan sehingga akibat ketidak seimbangan ini menibulkan permasalahan yang cukup serius seperti kemacetan kerusakan jalan dan kefektifan dari mobil itupun menjadi berkurang, misalnya kita seharusnya ketempat A itu membutuhkan waktu 1 jam, tapi karena macet sehingga bisa mencapai 2 atau tiga jam. Hal ini yang dimaksud mengurangi keefektipan dari penggunaan mobil itu sendiri.

Namun dalam tulisan ini yang ingin saya sorot bukan permasalahan itu tapi salah satu efek yang ditimbulkan dari tingginya penggunaan jalan oleh kendaraan/mobil yaitu kerusakan jalan. Kerusakan jalan selain disebabkan oleh hal tersebut sebetulnya banyak faktor penyebab yang lainya seperti sering terkena air (banjir), kurang maksimal dalam pembuatan dan perbaikan serta perhatian pemerintah yang kurang terhadap imprastruktur tersebut. Kondisi jalan rusak akan menyebabkan kendaraan cepat rusak, boros dan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menempuh tempat tertentu dibandingkan dengan kondisi jalan yang bagus. Di Semarang perusahaan yang bergerak dibidang transportasi lebih memilih memberhentikan busnya karena kondisi jalan Pantura yang rusak. Menurut kepala perusahaan itu, kondisi jalan yang rusak membuat pengeluaran lebih besar dari pada penghasilan karena banyaknya biyaya yang harus dibayar untuk memperbaiki kerusakan bagian bus. Seperti ban cepat pecah dan yang lainya. Disamping itu jalan yang rusak juga akan menggagu kenyamanan, sehingga berpengaruh terhadap jumlah penumpang.

Masalah kerusakan jalan sampai kapanpun akan tetap terjadi, apalagi perhatian pemerintah kurang, seperti kedaerah daerah selatan Jawa Barat. Didaerah selatan Jawa Barat seperti Garut Selatan dan Cianjur Selatan banyak jalan yang sudah lama rusak tapi belum juga diperbaiki. Hal ini karena pemerintah sepertinya lebih fokus pembangunanya ke wilayah utara pulau jawa sementara kewilayah selatan kurang terperhatikan. Parahnya lagi ada sebagian jalan yang belum pernah tersentuh aspal padahal jalan itu adalah akses utama transportasi masyarakat ke kota. Melihat kondisi seperti ini maka perlu adanya solusi atau terobosan baru ditinjau dari sisi lain yaitu kendaraanya bukan dari perbaikan jalan, yaitu bagaimana kita tetap bisa menikmati kendaraan khususnya mobil dengan kondisi jalan yang rusak, berlubang dan berbatu. Salah satu solusi itu yang terbesit dalam pikiran saya adalah Mobil Bandel dan Fleksibel. Walaupun mungkin ini kedengaranya asing dan rancu (karena memang ini pertama diperkenalkan) tapi inilah khayalan saya, dan saya berharapan ini menjadi kenyataan.

Mobil Bandel dan Fleksibel adalah salah satu jenis mobil yang mampu bertahan dengan kondisi jalan yang rusak dan tetap mampu memberikan kenyamanan kepada penggunanya. Yang dimasud “bandel” yaitu mobil ini tidak cepat rusak karena kondisi jalan yang buruk misalnya berlubang, berbatu atau bahkan belum pernah diaspal. Dan yang dimaksud “fleksibel” adalah mobil ini tetap mampu memberi kenyamanan terhadap penggunanya tanpa menghiraukan kondisi jalan. Baik jalanya rusak maupun bagus mobil ini tetap nyaman digunakan, sebagaimana misalnya mobil sekarang digunakan dijalan yang bagus (rata). Dengan adanya konsep dan desain Mobil Bandel dan Fleksibel ini sehingga menurut saya akan menjadi solusi permasalah jalan yang rusak dan tidak akan mendengar lagi perusahaan trasportasi bus berhenti beroprasi karena jalan yang rusak dan tidak mendengar lagi keluhan masyarakat “da kekampung sayamah jalanya juga rusak, belum pernah diaspal jadi susah kalau mau kekota teh”. Selain itu dengan adanya Mobil Bandel dan Fleksibel ini juga akan meringankan pemerintah dalam mengatasi masalah kerusakan jalan, serta anggaran negara untuk perbaikan imprastruktur negara khususnya jalan dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan lain di negara ini.

Hal berikutnya yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana konsep dan desain Mobil Bandel dan Fleksibel ini?. Dalam hal ini karena memang saya bukan orang yang mendalami otomotif atau orang yang bergelut di bidang otomotif sehingga sebagian besar hal ini masih menjadi PR besar bagi saya. Yang baru terpikirkan oleh saya (masih kategori mungkin) belum berdasarkan percobaan, Mobil Bandel dan fleksibel konsep dan desainya lebih kepada bagian yang sangat berpengaruh terhadap getaran/benturan yang dirasakan oleh penggunanya yang disebabkan oleh kondisi jalan yang dilalui oleh bagian kendaraan, yaitu dalam hal ini adalah ban. Ban ini sangat berpengaruh terhadap getaran. Dan getaran/benturan dari ban tersebut diteruskan kebagian-bagian mobil yang lainnya dan akhirnya sampai kepada orang yang ada didalam mobil tersebut. Kesan orang yang mendapat getaran/benturan tersebut rata-rata mengatakan tidak enak (pengganggu kenyaman) apalagi getaranya/benturanya keras. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ban dan bagian-bagian mobil yang yang lainya yang menjadi penghantar getaran/benturan yang harus didesain khusus agar getaran/benturan itu tidak sampai atau sedikit yang dirasakan oleh pengguna mobil. Misalnya ukuran dan permukaan ban, tekanan angin dalam ban, tingggi kendaraan, jok atau kursi mubil  dan yang lainya. Sebenarnya dalam hal ini mungkin saya harus banyak “sharing” dengan orang-orang yang memang faham dalam bidang tersebut.

by Unknown. No Comments
Leave a Comment