BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Profil BB Biogen
I.1.1. Lokasi
BB Biogen terletak di Kampus
Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor, tepatnya di Jalan Tentara Pelajar 3A,
Kota Bogor, 1611.
I.1.2. Sejarah
BB BIOGEN BOGOR merupakan salah satu lembaga di bawah
badan Litbang Pertanian yang berfungsi melakukan penelitian biologi dan sumber
genetika pertanian BB BIOGEN BOGOR mempunyai sejarah berupa beberapa pergantian
nama diantaranya pada tahun 1918 - 1949 : Algemeen Proefstation voor den
Landbouw (Balai Besar Penyelidikan Pertanian) , tahun 1949 - 1952 : Jawatan Penyelidikan Pertanian, tahun 1952 -
1966 : Algemeen Proefstation voor den Landbouw (Balai Besar Penyelidikan
Pertanian / General Agriculture Experiment Station), tahun 1966 - 1980 :
Lembaga Pusat Penelitian Pertanian, tahun 1980 - 1994 : Balai Penelitian
Tanaman Bogor (Balittan), tahun 1994 - 2002 : Balai Penelitian Bioteknologi
Tanaman Pangan (Balitbio), tahun 2002 - 2003 : Balai Penelitian Bioteknologi
dan Sumberdaya Genetik Pertanian (Balitbiogen), tahun 2003 - sekarang : Balai
Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian
(BB-Biogen).
I.1.3. Visi dan
Misi
BB Biogen Bogor memiliki visi dan misi.
Visi : Menjadi lembaga litbang berkelas
dunia dalam mengembangkan sumberdaya lokal Indonesia berbasis bioteknologi.
Misi : Untuk mewujudkan visi tersebut secara spesifik misi BB-Biogen adalah (1)
memperkuat kapasitas sumberdaya institusi dalam bidang pemanfaatan sumberdaya
genetik lokal berbasis bioteknologi, (2) menghasilkan dan mendiseminasikan
teknologi dan rekomendasi bioteknologi dan pengelolaan sumberdaya genetik, (3)
melakukan analisis kebijakan dan rekomendasi tentang pengembangan dan penerapan
bioteknologi modern dan pengelolaan sumberdaya genetik, (4) mengembangkan
jejaring kerjasama dalam rangka pengembangan ipteks dan pengembangan peran
BB-Biogen dalam pembangunan pertanian.
Untuk mendukung
visi dan misinya telah ditetapkan kebijakan mutu BB-Biogen, sebagai berikut:
1.
Menjadi pusat
penelitian bioteknologi dan SDG pertanian yang unggul dan mampu
menumbuhkembangkan teknologi keilmuan profesionalisme dan kesejahteraan
masyarakat secara luas.
2.
Berkomitmen tinggi untuk
senantiasa melakukan perbaikan terus menerus dalam memberikan dan meningkatkan
kepuasan stakeholder melalui hasil penelitian dan setiap aspek terkaitnya.
3.
Berkontribusi
untuk menerapkan sistem manajemen mutu secara efektif dan berupaya memenuhi
kebutuhan dan kepuasan pelanggan yang relevan.
I.I.4. Struktur Organisasi
Struktur
organisasi BB-Biogen secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut:
Kepala Balai: Dr. Karden Mulya
Kepala Bagian Tata Usaha: Drs. Pandoyo, MM.
Kepala Subbag Kepegawaian: Ir. Niswatin, M.Si.
Kepala Subbag Rumah Tangga & Perlengkapan: Drs. Matadjib
Kepala Subbag Keuangan: Ir. Faizal Abidin
Kepala Bidang Program & Evaluasi: Dr. Tri Puji Priyatno, MSc.
Kepala Seksi Program: Nur Azizah, SSi., MSi.
Kepala Seksi Evaluasi: Ir. Restu Aan Sonny Wibisono
Kepala Bidang Kerja Sama & Pendayagunaan Hasil Penelitian: Ir. Asmawati Achmad, MBA
Kepala Seksi Kerja Sama: Ir. Kristina Dwiatmini, MSi
Kepala Seksi Pendayagunaan Hasil Penelitian: Ir. Ida N. Orbani
Ketua Kelompok Peneliti Pengelolaan Sumber Daya Genetik: Dr. Sutoro
Ketua Kelompok Peneliti Biologi Sel dan Jaringan: Prof. Dr. Ika Mariska
Ketua Kelompok Peneliti Biologi Molekular: Prof. Dr. Bahagiawati A.H.
Ketua Kelompok Peneliti Biokimia: Dr. I Made Samudra
Kepala Bagian Tata Usaha: Drs. Pandoyo, MM.
Kepala Subbag Kepegawaian: Ir. Niswatin, M.Si.
Kepala Subbag Rumah Tangga & Perlengkapan: Drs. Matadjib
Kepala Subbag Keuangan: Ir. Faizal Abidin
Kepala Bidang Program & Evaluasi: Dr. Tri Puji Priyatno, MSc.
Kepala Seksi Program: Nur Azizah, SSi., MSi.
Kepala Seksi Evaluasi: Ir. Restu Aan Sonny Wibisono
Kepala Bidang Kerja Sama & Pendayagunaan Hasil Penelitian: Ir. Asmawati Achmad, MBA
Kepala Seksi Kerja Sama: Ir. Kristina Dwiatmini, MSi
Kepala Seksi Pendayagunaan Hasil Penelitian: Ir. Ida N. Orbani
Ketua Kelompok Peneliti Pengelolaan Sumber Daya Genetik: Dr. Sutoro
Ketua Kelompok Peneliti Biologi Sel dan Jaringan: Prof. Dr. Ika Mariska
Ketua Kelompok Peneliti Biologi Molekular: Prof. Dr. Bahagiawati A.H.
Ketua Kelompok Peneliti Biokimia: Dr. I Made Samudra
I.2. Tujuan Kunjungan
Adapun
tujuan diadakanya studi lapangan ke BB Biogen adalah sebagai berikut :
1)
Memperluas pengatahuan mahasiswa khusunya tentang mata kuliah genetika.
2)
Sebagai bentuk pelaksanaaan praktikum mata kuliah genetika.
3)
Mencari informasi tentang hasil
penelitian-penelitian terbaru BB Biogen
I.3. Manfaat Kunjungan
Kunjungan studi lapangan ini diharapkan dapat memiliki manfaat bagi
mahasiswa, diantaranya mahasiswa dapat mengetahui lembaga-lembaga penelitian
dan hasil-hasil penelitianya yang berkaitan
dengan mata kuliah genetika .
BAB II
RUANG LINGKUP KEGIATAN BB BIOGEN
Balai Besar Penelitian dan
Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB-Biogen) adalah
unit pelaksana teknis di bidang penelitian dan pengembangan yang berada di
bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan
Pertanian. BB-Biogen ini terbentuk berdasarkan SK Mentan No.
631/Kpts/OT.140/12/2003, yang secara efektif sejak Januari 2004. BB-Biogen
mempunyai tugas dan mandat untuk melaksanakan kegiatan penelitian bioteknologi
dan sumberdaya genetik pertanian.
1.
Penyusunan program dan evaluasi
penelitian dan pengembangan bioteknologi dan sumberdaya genetik pertanian;
2.
Pelaksanaan penelitian konservasi
dan karakterisasi yang meliputi fisik, kimia, biokimia, metabolisme biologis
dan biomolekuler sumberdaya genetik pertanian;
3.
Pelaksanaan penelitian bioteknologi
sel, bioteknologi jaringan, rekayasa genetik, dan bioprospeksi sumberdaya
genetik ;
4.
Pelaksanaan penelitian keamanan
hayati dan keamanan pangan produk bioteknologi;
5.
Pelaksanaan pengembangan sistem
informasi hasil penelitian dan pengembangan bioteknologi dan sumberdaya
genetik pertanian;
6.
Pelaksanaan pengembangan
komponen teknologi sistem dan usaha agribisnis produk bioteknologi pertanian;
7.
Pelaksanaan kerjasama dan
pendayagunaan hasil penelitian bioteknologi dan sumberdaya genetik pertanian;
8.
Pengelolaan tata usaha dan rumah
tangga BB-Biogen.
BAB III
LABORATURIUM BB BIOGEN
Laboratorium
BB-Biogen mempunyai tugas melakukan koordinasi dan pembinaan kepada
laboratorium lingkup BB-Biogen untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan
fungsi BB-Biogen. Dalam melakukan tugas tersebut, Laboratorium BB-Biogen
mempunyai fungsi sebagai berikut:
1.
Melakukan koordinasi dan pembinaan
laboratorium lingkup BB-Biogen untuk secara bertahap menerapkan sistem mutu
sesuai SNI/ISO.
2.
Melakukan pelayanan uji sesuai dengan
ruang lingkup lab akreditasi.
3.
Memelihara sistim mutu laboratorium
dan meningkatkan ruang lingkup uji lab akreditasi BB-Biogen.
4.
Melakukan penelitian dan pengembangan
metoda analisis dan sistim mutu laboratorium.
5.
Memberikan pelatihan dan konsultasi
teknik analisis dan sistim mutu laboratorium.
III.1.
Jenis Laboratorium Yang Terdapat di BB Biogen
III.1.1. Fasilitas Bank Gen
Laboratorium
Bank Gen dan Genetika Tanaman, berlokasi di BB-Biogen Bogor. Di tempat inilah
kegiatan koleksi dan konservasi plasma nutfah tanaman pangan (padi, jagung,
sorgum, kedelai dan kacang-kacangan) dilakukan. Plasma nutfah tanaman pangan
disimpan dalam bentuk benih pada kondisi penyimpanan jangka pendek (untuk
koleksi aktif / working collection), jangka menengah dan jangka panjang
(sebagai koleksi duplikat).
Beberapa
fasilitas yang dimiliki bank gen Balai Besar Penelitian dan Pengembangan
Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian - Bogor untuk konservasi plasma
nutfah tanaman pangan meliputi:
1.
Laboratorium Bank Gen dan Genetika
Tanaman, memiliki 6 buah deep freezer (temperatur –18oC), 3 buah chiller
(temperatur 0-5oC) dan ruangan penyimpanan benih (temperatur 15-20oC dan
kelembaban 50%) untuk penyimpanan benih padi, jagung, kedelai, sorgum dan
kacang-kacangan.
2.
Field gene bank untuk konservasi
lapang plasma nutfah ubikayu, ubijalar dan ubi -ubian minor.
3.
Laboratorium Kultur In Vitro, yang
dilengkapi perangkat penunjang untuk konservasi plasma nutfah tanaman pangan
secara in vitro dan kriopreservasi.
4.
Ruang komputer, untuk kegiatan
pengembangan database plasma nutfah tanaman pangan.
III.1.2. Laboratorium Biologi Molekuler
Laboratorium
Biologi Molekuler mempunyai tugas melakukan kegiatan penelitian untuk mendukung
pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kelti Biologi Molekuler. Dalam melakukan
tugas tersebut, Laboratorium Biologi Molekuler mempunyai fungsi sebagai
berikut:
1.
Melakukan analisis genotipe secara
molekuler
2.
Melakukan identifikasi, isolasi,
kloning, dan karakterisasi gen
3.
Melakukan konstruksi, transformasi
dan studi ekspresi gen
4.
Melakukan studi functional genomics
5.
Melakukan deteksi produk rekayasa
genetik secara molekuler
6.
Memberikan pelatihan dan konsultasi
teknik marka molekuler dan transformasi genetic
Peralatan
yang tersedia di Laboratorium Biologi Molekuler meliputi:
·
Freezer Tropicalized Sansio
·
Electrophoresis unit
·
UV Stratalinker 1800 Stratagene
·
Timbangan Kern 770
·
Timbangan GT 410 Ohaus
·
Biosafety cabinet/ laminar flow lab
culture Esco class II type A2
·
Incubator
·
Centrifuge 5810 Eppendorf
·
Microfuge 12 Beckman
·
UV illuminator Chemidoc EQ Biorad
·
Spectrofotometer Smartspec Plus
Biorad
·
Electroporator micropulser Biorad
·
Programmable thermal controller MJ
Research DNA engine (single: PTC-100 dan tetrad: PTC-225)
·
Vertical Gel Electrophoresis
·
ALF express II dan Repro set,
Amersham Pharmacia Biotech
III.1.3.
Laboratorium Biologi Sel dan Jaringan
Laboratorium
Biologi Sel dan Jaringan mempunyai tugas melakukan kegiatan penelitian untuk
mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kelti Biologi Sel dan Jaringan.
Dalam melakukan tugas tersebut, Laboratorium Biologi Sel dan Jaringan mempunyai
fungsi sebagai berikut:
1.
Melakukan pengembangan metode
regenerasi tanaman secara in vitro.
2.
Melakukan perbaikan genetik tanaman
melalui fusi protoplas, fertilisasi in vitro, kultur haploid/mikrospora,
seleksi in vitro, keragaman somaklonal, dan penyelamatan embrio.
3.
Melakukan pencarian metode
konservasi plasma nutfah tanaman melalui teknik kultur in vitro.
4.
Melakukan pengembangan teknik kultur
in vitro untuk produksi metabolit sekunder.
5.
Memberikan pelatihan, pelayanan dan
konsultasi teknik kultur in vitro.
Peralatan
yang tersedia di Laboratorium Biologi Sel dan Jaringan meliputi:
·
Laminar air flow
(import)
·
Laminar air flow
(lokal)
·
Autoclave
·
Oven
·
pH meter
·
Inverted microscope
·
Stereo microskope with digital camera
·
Timbangan analit (4 digit)
·
Timbangan analit (3 digit)
·
Distiling unit
·
Orbital shaker
·
Hot plate magnetic stirrer
·
Growth chamber
·
Rak kultur
·
Sentrifuse
III.1.4.
Laboratorium Mikrobiologi
Laboratorium
Mikrobiologi mempunyai tugas melakukan kegiatan penelitian untuk mendukung
pelaksanaan tugas pokok dan fungsi BB-Biogen khususnya di bidang mikrobiologi.
Dalam melakukan tugas tersebut, Laboratorium Mikrobiologi mempunyai fungsi
sebagai berikut:
1.
Melakukan analisis mikrobiologis
produk pertanian.
2.
Melakukan pengembangan metode
analisis dibidang mikrobiologi.
3.
Melakukan kajian metabolisme mikroba
pertanian.
4.
Memberikan pelatihan, pelayanan dan
konsultasi tentang mikrobiologi pertanian.
III.1.5. Laboratorium Terpadu
Laboratorium
Terpadu mempunyai tugas melakukan kegiatan penelitian yang berkaitan dengan
penggunaan Microarray, automatic genetic analyzer dan RT-PCR
untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi BB-Biogen. Dalam melakukan
tugas tersebut, Laboratorium Terpadu mempunyai fungsi sebagai berikut:
1.
Melakukan identifikasi gen
menggunakan microarray.
2.
Melakukan sekuensing dan genotyping
menggunakan pelabelan fluorescens.
3.
Melakukan deteksi produk rekayasa
genetik menggunakan RT-PCR.
4.
Melakukan kuantifikasi ekspresi gen
menggunakan RT-PCR.
5.
Memberikan pelayanan, konsultasi dan
pelatihan penggunaan automatic genetic analyzer, RT-PCR,
dan microarray.
III.1.6.
Fasilitas Uji Terbatas (FUT)
Fasilitas
Uji Terbatas mempunyai tugas melakukan kegiatan penelitian untuk mendukung
pelaksanaan tugas pokok dan fungsi BB-Biogen khususnya pengujian keamanan
hayati tanaman hasil rekayasa genetik, baik untuk penelitian maupun
komersialisasi di Indonesia. Dalam melakukan tugas tersebut, Fasilitas Uji
Terbatas mempunyai fungsi sebagai berikut:
1.
Melakukan uji weediness /
invasiveness tanaman hasil rekayasa genetik
2.
Melakukan uji dampak tanaman hasil
rekayasa genetik terhadap organisme non target.
3.
Melakukan uji efikasi gen interes
tanaman hasil rekayasa genetik.
4.
Melakukan persilangan tanaman hasil
rekayasa genetik.
5.
Memberikan pelayanan, pelatihan dan
konsultasi pengujian keamanan hayati tanaman hasil rekayasa genetik.
Peralatan
yang tersedia di Fasilitas Uji Terbatas meliputi:
·
Growth Chamber: Forma Scientific
·
Rumah Kaca double door
·
Ruang bioasai serangga
·
Gene Gun PDS-1000/He Biorad
·
Ruang persiapan tanah
·
Gudang perbekalan
·
Oven Memmert Model 400
·
Emergency Shower merk Haws
·
Laminar air flow : Esco model EBH
·
Autostill merk GFL 2004
·
Top Balance AND SK-1000
·
Top Balance HL-400
·
Analytical Balance AA-250
III.1.7.
Laboratorium Bioinformatika
Laboratorium
Bioinformatika mempunyai tugas melakukan kegiatan untuk mendukung pelaksanaan
tugas pokok dan fungsi BB-Biogen khususnya di bidang bioinformatika dalam
melakukan tugas tersebut, Laboratorium Bioinformatika mempunyai fungsi sebagai
berikut:
1.
Melakukan penelusuran pustaka genom,
membandingkan sekuen, menganalisis struktur protein dengan menggunakan
komputer.
2.
Melakukan kuantifikasi karakter
biometrik melalui analisis citra (image analysis).
3.
Menyediakan dan mengelola data-base
informasi biologi.
4.
Melakukan kegiatan pelayanan
konsultasi, analisis data dan pelatihan bioinformatika.
Peralatan
yang tersedia di Laboratorium Bioinformatika meliputi:
·
UV/Visible- Spektrofotometer
·
Atomic Absoprtion Spectrophotometer
·
GC-dengan berbagai detector
·
HPLC/dengan berbagai detector
·
Trace Analyzer/Polarography
·
Destilasi- Kyeldahl
·
pH-meter
·
Konductivity-meter
·
Turbidimeter
· Analytical Balance
· Top Pan Balance
· Oven
· Mesin Giling tanaman
· Autostill (Destilati air otomatik)
· Mikroskop Elektron
· Elektrophoresis
III.1.8. Laboratorium Kimia/ Biokimia
Laboratorium
Biokimia terdiri dari:
1.
Deteksi virus patogen.
2.
Deteksi bakteri patogen.
3.
Deteksi senyawa toksin.
BAB
IV
HASIL
PENELITIAN BB BIOGEN
IV.1. Hasil-Hasil Penelitian BB
Biogen Tahun 2012
Dalam Rencana Strategi BB Biogen
2010-2014, Visi BB Biogen ialah: menjadi lembaga litbang berkelas dunia
dalam mengembangkan sumber daya lokal Indonesia berbasis bioteknologi. Untuk
mewujudkan visi tersebut, maka misinya ialah: (1) memperkuat kapasitas
sumberdaya institusi dalam bidang pemanfaatan sumber daya genetik lokal
berbasis bioteknologi, (2) menghasilkan dan mendiseminasikan teknologi dan
rekomendasi bioteknologi dan pengelolaan sumber daya genetik, (3) melakukan
analisis kebijakan dan rekomendasi tentang pengembangan dan penerapan
bioteknologi modern dan pengelolaan sumber daya genetik, (4) mengembangkan
jejaring kerjasama dalam rangka pengembangan iptek dan pengembangan peran BB
Biogen dalam pembangunan pertanian.
Kegiatan utama BB Biogen adalah
Penciptaan Teknologi dan Varietas Unggul Berdaya Saing, melalui Penelitian dan
Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian.
IV.2. Hasil Penelitian BB Biogen Yang
Dicapai Pada Tahun 2012
Hasil
Penelitian BB Biogen yang dicapai pada tahun 2012 adalah sebagai berikut:
(A)
Sasaran 1: Tersedianya jumlah aksesi SDGP yang dikonservasi atau diiremajakan
sebanyak 4.650 aksesi,
Pada sasaran ini capaian fisik
pelaksanaan lapang sebesar 101,70%. Target yang telah diperoleh berupa: (1) 40
aksesi isolat mikroba pertanian potensial terkarakterisasi, terrejuvenasi, dan
terpreservasi; (2) Sejumlah 4.689 aksesi plasma nutfah tanaman pangan
terkarakterisasi dan terkonservasi terdiri dari padi 494 aksesi, jagung 200 aksesi,
kacang tanah 200 aksesi, kedelai 250 aksesi, kedelai edamame 103 aksesi, kacang
hijau 250 aksesi, kacang tanah 115 aksesi, kacang potensial 140 aksesi, 600
aksesi ubikayu, 1.600 aksesi ubijalar, Dioscorea 206 aksesi, Ganyong 67 aksesi,
Garut 30 aksesi, kentang hitam 9 aksesi, talas 215 aksesi dan konservasi invitro
210 aksesi plasma nutfah ubikayu, ubijalar, talas, dan gembili.
(B) Sasaran
2: Tersedianya jumlah varietas atau galur harapan komoditas pertanian sebanyak
360 galur,
Pada sasaran ini capaian fisik
pelaksanaan lapang sebesar 102,77%. Target yang telah diperoleh berupa:
225 galur kedelai mutan M5, 50 galur mutan kedelai M6, 40
galur mutan kedelai M7 terbaik memiliki karakter umur
genjah (lebih genjah dari varietas cek) dan produktivitas tinggi (setara atau
lebih tinggi dari varietas cek), 70 galur tanaman T0 Wilis-GmNFR1A
dan 50 galur tanaman T0 Anjasmoro-GmNFR1a di rumah kaca, 5
galur tanaman T2 kedelai Anjasmoro-AtCO (umur genjah)
generasi T2, 10 galur padi BC6F1-Ciherang dan
10 galur BC6F1-Situbagendit, 4 galur kentang transgenik
hasil persilangan yang tahan terhadap penyakit hawar daun (P. Infestans)
di Lapangan Uji Terbatas, dan 26 galur gandum trangenik adaptif suhu 30oC±2oC
terdiri dari 16 galur gandum generasi T0 mengandung gen tuf
dan 10 galur gandum generasi T1 gen OsDREB toleran
kekeringan.
(C) Sasaran
3: Tersedianya jumlah peta genetik sifat-sifat penting komoditas pertanian
sebanyak 4 peta genetik,
Pada sasaran ini capaian fisik
pelaksanaan lapang sebesar 100%. Target yang telah diperoleh berupa: 1
draf awal sekuen rujukan (draf awal peta genetik) genom kelapa sawit Dura, 1
draf awal sekuen rujukan (draf awal peta genetik) genom jarak pagar IP3, 1 peta
genetik marka SNP kakao, dan 1 peta genetik marka SNP terkait hasil dan umur
panen pada padi.
(D) Sasaran
4: Tersedianya Jumlah klon gen pengendali sifat-sifat penting komoditas
pertanian sebanyak 6 klon gen,
Pada sasaran ini capaian fisik
pelaksanaan lapang sebesar 100%. Target yang telah diperoleh berupa: (1)
3 klon gen kandidat masing-masing untuk umur genjah (OsWRKY47), toleran
kekeringan (OsPPCK) dan produktivitas tinggi (OsCKX). Gen
kandidat untuk umur genjah OsWRKY47 telah dikonstruksi ke vektor
ekspresi pCambia1301, (2) Untuk validasi fungsi gen, diperoleh informasi
fungsi gen dari tiga kandidat gen yaitu gen untuk toleran kekeringan (OsERA1),
gen untuk produktivitas (OsGS3), dan gen untuk umur genjah (AtCO).
(E) Sasaran
5: Tersedianya Jumlah sidik jari DNA plasma nutfah pertanian sebanyak 288
aksesi,
Pada sasaran ini capaian fisik
pelaksanaan lapang sebesar 100%. Target yang telah diperoleh berupa: (1)
profil sidikjari 96 aksesi padi telah selesai dilakukan dengan menggunakan 30
marka dan (2) profil sidik jari DNA 192 aksesi mangga menggunakan 19
primer.
(F) Sasaran
6: Tersedianya Produk Bioprospeksi Sumberdaya Genetik Pertanian sebanyak 1
formula,
Pada sasaran ini capaian fisik
pelaksanaan lapang sebesar 100%. Target yang telah diperoleh berupa: 1
formulasi feromon seks S. litura populasi Cirebon memiliki rasio terbaik
antara Z,E-9,11 tetradecadienyl acetate : Z,E-9,12 tetradecadienyl
acetate adalah formula dengan perbandingan 90 : 10, dengan kuantitas terbaik
berkisar antara 250 – 1000ug/ karet septa. Formulasi ini dapat dipakai untuk
seks atraktan S. litura Indonesia.
IV.3. Hasil-
hasil penelitian yang telah dicapai (Renstra 2005-2009)
Hasil- hasil penelitian yang telah dicapai (Renstra
2005-2009), meliputi:
1.
Eksplorasi/Koleksi, Konservasi,
Karakterisasi Morfofisiologi dan Evaluasi terhadap Cekaman Biotik (Hama
dan Penyakit Utama) dan Abiotik (Kekeringan, Keracunan Al, Keracunan Besi,
Penggunaan Pupuk Rendah) terhadap 10.362 Aksesi Koleksi Plasma Nutfah Tanaman
Pangan.
2.
Konservasi 200 Isolat Mikroba
Pertanian, Database 600 Aksesi Mikroba Pertanian, dan Perbaikan Potensi Mikroba
Biogen CC dengan Teknik Mutasi (Perombak Bahan Organik dalam 4 Hari, Pelarut P
untuk Efisiensi Penggunaan Pupuk Fosfat Sebesar 60% Pada Lahan Kahat P, serta
Pengendali Fungi Patogen Padi dengan Efektivitas Sebesar >30%.
3.
Bioprospeksi Senyawa Bioaktif
Pengendali Hama Penggerek Batang Kuning (Schirpophaga incertulas Walker)
pada Padi dengan Efektivitas Penurunan Serangan >75%.
4.
Karakterisasi Galur-Galur Produk
Bioteknologi: (i) Padi Toleran Kekeringan, Tahan Blas, Tahan Wereng Batang
Coklat (WBC), (ii). Kedelai Toleran Kekeringan, Tahan Virus Kerdil (SSV) dan
Toleran Lahan Masam Ph 5-5,5 dengan Efiktifitas Ketahanan/Toleransi
>75 %, Produktivitas >10 % dari Varietas Kontrol.
5.
Uji Daya Adaptasi 12 Galur Harapan
Padi Hasil Wide Hybridization, Kultur Antera, dan Marka Aided Selection Tahan
Penyakit HDB, Blas, Toleran Kekeringan dengan Efektifitas Penurunan Serangan
>75 % dan Produktivitas >10 % dari Varietas Kontrol.
6.
Analisis Sidik Jari DNA 3526 Aksesi
Padi Lokal dan Elit.
7.
Identifikasi Lima Gen Toleran
Kekeringan pada Padi dengan Menggunakan Microarrays.
8.
Isolasi Gen Ketahanan Blas dan Hawar
Daun Bakteri pada Padi Menggunakan Strategi Over-Ekspresi.
9.
Identifikasi Empat Alel Baru untuk
Pembentukan Galur Harapan Padi Tahan Penyakit HDB dan Keracunan Fe
dengan Produktivitas > 9 Ton/Ha serta Galur Harapan Tahan Blas dan kahat P
dengan Produktivitas > 5 ton/ha.
10.
Aplikasi Marka Molekuler Terkait
Toleransi Terhadap Keracunan Aluminium pada Kedelai dengan Produktivitas Lebih
dari 2.0 ton/ha.
11.
Aplikasi Marka untuk Pembentukan
Varietas Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) dengan Kandungan Minyak di
Atas 37% dan Produksi Biji di Atas 10 ton/hektar.
12.
Perakitan Padi Transgenik Toleran
Kekeringan dan Tahan Blas yang Dapat Menekan 20% Kehilangan Hasil dengan
Produktivitas 7-8,5 ton/ha.
13.
Pembentukan Tanaman Transgenik
Kentang dan Tomat Tahan Penyakit yang Dapat Mengurangi 50% Aplikasi Pestisida.
14.
Aplikasi Kultur Antera dan Pencarian
Marka Molekuler Fungsional Rf4 untuk Membentuk Satu Galur DH Pelestari dan Satu
Galur Pemulih Kesuburan dari CMS-WA.
15.
Pembentukan Jagung Inbred dalam dua
Generasi Menggunakan Galur Jagung Penginduksi Haploid.
16.
Metode Perbanyakan Tebu Secara In
Vitro untuk Mendapatkan Bibit yang Lebih Murah 30% dari Harga Baku.
17.
Pembentukan Mutan Kedelai Berumur
70-80 Hari dengan Ketahanan > 60% terhadap Penggerek Polong dan
Produktivitas 3 ton/ha.
IV.4. Hasil- hasil penelitian yang
telah dicapai (Renstra 2000-2004)
Hasil-
hasil penelitian yang telah dicapai (Renstra 2000-2004), meliputi:
1. Varietas Code
dan Angke tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri yang dikembangkan melalui
pemanfaatan marka molekular.
2. Tanaman putatif
transgenik (T4) padi T-309 tahan terhadap penggerek batang padi.
3. Tanaman terong
hasil fusi protoplas dan silang balik yang tahan penyakit layu R.
Solanacearum dan F. Oxysporium.
4. Beberapa nomor
harapan tanaman padi hasil seleksi in-vitro yang lebih tahan terhadap lahan
masam
5. Klon-klon
panili dan pisang abaka tahan Fusarium oxysporum hasil seleksi in vitro
dan irradiasi sinar gamma
6. Klon-klon nilam
hasil fusi protoplas yang mempunyai kadar minyak atsiri tinggi dan tahan
terhadap nematoda
7. Galur padi dan
kedelai toleran terhadap keracunan alumunium (Al)
8. Galur-galur
harapan (F7) tanaman kedelai yang toleran terhadap tanah masam
9. Koleksi 1.506
aksesi ubijalar, 580 aksesi ubikayu, 176 aksesi talas, 64 aksesi ubi kelapa, 33
aksesi gembili, 48 aksesi ganyong, 13 aksesi suweg, 16 aksesi gadung dan 17
aksesi garut telah dikoleksi sampai tahun 2000. Saat ini beberapa aksesi telah
disimpan melalui teknik kultur jaringan.
10. Teknologi pembuatan galur murni padi dengan
cepat melalui kultur anter
11. Teknologi perbanyakan bibit tanaman
buah-buahan (manggis) dan tanaman hias (dieffenbachia, mawar, melati, anggrek Dendrobium)
12. Teknologi fusi protoplas dan hibridisasi
silang balik untuk memindahkan sifat tahan terhadap penyakit bakteri layu dari
terong liar ke terong budidaya
13. Teknologi produksi eugenol secara in vitro
14. Teknologi deteksi dini patogen tanaman melalui
perangkat ELISA
15. Formulasi insektisida hayati berbahan aktif
Nematoda Patogen Serangga (NPS) dan atau Nuclear Polyhydrosis Virus (NPV)
16. Rhizoplus dan
BioLestari untuk meningkatkan kemampuan akar kedelai menambat nitrogen (N) dari
udara, sekaligus meningkatkan serapan fosfor (P) dari tanah.
17. Strain Bacillus
thuringiensis yang positif mengandung gen CryIA dan mempunyai
toksisitas tinggi terhadap hama tanaman.
18. Database plasma
nutfah tanaman pangan.
19. Sumber-sumber
gen penting untuk toleransi terhadap cekaman abiotik, biotik serta mutu gizi.
20. Koleksi plasma
nutfah tanaman pangan dan mikroba
21. Kandidat markah
untuk toleransi terhadap keracunan aluminium pada padi.
IV.5. Tanggapan
Mahasiswa Setelah Studi
BB Biogen adalah salah satu lembaga
penelitian dalam bidang pertanian yang ber peranan penting dalam perkembangan
dunia pertanian di Indonesia. Lembaga ini khusus berkonsentrasi pada penelitian
genetik tanaman atau rekayasa tanaman. Besar kecilnya produktifitas kinerja
lembaga ini disadari ataupun tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan
pertanian di negara ini. Dinegara lain sudah banyak menerapkan paket teknologi
dalam bidang pertaniannya, salah satunya adalah rekayasa genetik untuk
menghasilkan varietas unggul yang kemudian diaplikasikan oleh para petaninya,
jika di Indonesia belum demikian itu artinya akan terjadi ketertinggalan dan
kalah saing dalam produk pertanian. Oleh karena itu, BB Biogen harus mampu menjadi salah satu
ujung tombak untuk kemajuan pertanian
diIndonesia.
Ditinjau dari hasil penelitianya, BB
Biogen sudah banyak menghasilkan penemuan-penemuan yang cukup menggembirakan
dan patut untuk diapresiasi. Contoh yang paling terlihat adalah pengaplikasian
teknologi kultur jaringan yang hasilnya sudah banyak diaplikasikan oleh para
petani. Namun keunggulan tersebut tidak berarti terlepas dari segala kekurangan
yang ada. Ada beberapa hal yang masih disayangkan di BB Biogen ini khususnya
yang berkaitan dengan kultur jaringan dan tanaman transgenik. Ada petugas yang
mengeluhkan bahwa bahan/media-media yang digunakan dalam kultur jaringan masih terbilang
konvensional/sederhana dan tidak mencoba menggunakan media-media yang
baru/lebih baik. Menurut petugas hal itu tidak dicoba dilakukan karena media
yang lebih baik harganya mahal sehingga sayang kalau untuk coba-coba
(percobaan) padahal menurut saya tidak semestinya begitu karena jika kita tidak
mencoba hal-hal yang baru kita tidak akan berkembang dan kemungkinan akan
selalu terbelang.
Untuk tanaman transgenik, menurut
petugas disana hal itu belum bisa diberikan dan diaplikasikan oleh para petani
karena adanya beberapa kendala yaitu, standar keamanan tanaman tersebut yang
masih perlu banyak penelitian dan yang kedua adalah masalah hukum. Di Indonesia
pengaplikasian tanaman transgenik masih belum resmi dibolehkan oleh pemerintah
dengan alasan tingkat keamanan pada manusia yang mengonsumsinya belum terjamin.
sementara dinegara lain sudah diperbolehkan. Padahal menurut saya BB Biogen sudah lama berdiri tapi sampai
sekarang masalah tanaman transgenik belum menemukan titik terang (masih pro dan
kontra), apakah BB Biogen dengan segala perangkat penelitianya tidak berusaha
menuntaskan maslah ini misalnya dengan meyakinkan kepada pemerintah bahwa
tanaman ini aman terhadap manusia atau memang ada kendala yang betul-betul
tidak bisa dipecahkan, Tapi kendala model apa yang bisa seperti itu, Tapi
kenapa dinegara lain bisa.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
V.1. Kesimpulan
BB
Biogen adalah salah satu lembaga penelitian yang berada dibawah naungan badan
litbang pertanian yang berperan penting dan sangat berpengaruh terhadap
perkembangan dan kemajuan pertanian di Indonesia. Lembaga ini berkonsentrasi
pada penelitian yang berkaitan dengan genetika tanaman atau rekayasa gen.
Banyak ilmu dan wawasan yang bisa kita dapatkan di lembaga penelitian tersebut,
salah satunya yaitu dengan teknologi kultur jaringan hampir semua bagian
tanaman dapat dijadikan induk tanaman untuk menghasilkan bibit-bibit yang baru
dan unggul. BB Biogen cukup banyak mengsilkan penemuan-penemuan baru hasil
penelitianya, dan ada yang hasilnya sudah bisa diaplikasikan oleh petani. Namun
disamping itupun ada juga permasalahan yang perlu diselesaikan.
V.2. Saran
Dalam melaksanakan
perananya, maka BB Biogen harus ditunjang dengang beberapa hal berikut :
1) Pasilitas
atau peralata penelitian harus lebih menunjang
2) Jangan
sayang untuk mencoba hal yang baru hanya karena hargga media yang mahal, karena pasti ada anggaranya.
3) Tingkatkan
lagi komitmen dalam melakukan penelitian
4) Permasalahan
yang ada harus segera diselesaikan
5) Tingkatkan
sosialisasi dengan masyarakat atau petani agar BB Biogen lebih dikenal lagi
oleh masyarakat luas tidak hanya oleh segelintir orang saja.
DAFTAR
PUSTAKA
nixie
meilya, [2013]. Laporan Praktikum Studi Tour. [Online]. Tersedia : http://nixiemeilya.blogspot.com/2013/01/laporan-praktikum-study-lapangan-bb.htm [06 Desember 2012]
BB Biogen, [2012]. Hasil
penelitian BB Biogen. [Online] Tersedia: file:///I:/genetika/Hasil%20Penelitian%20%20%20BB%20Biogen,%20Bogor.htm
[06 Desember 2012]
BB Biogen, [2012]. Balai
Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian. [Online],
Tersedia : file:///I:/genetika/Balai%20Besar%20Penelitian%20Bioteknologi%20dan%20Sumberdaya%20Genetik%20Pertanian%20%28BB-Biogen%29%20-%20Litbang%20Pertanian.htm[06
Desember 2012]
BB Biogen, [2012]. Visi dan
Misi BB Biogen. [Online], Tresedia : file:///I:/genetika/Visi%20dan%20Misi%20%20%20BB%20Biogen,%20Bogor.htm
[06 Desember 2012]
BB Biogen,
[2012]. BB Biogen. [Online], Tersedia: http//:biogen.litbang.deptan.go.id/psdg/psdg_program.php
[06 Desember 2013]
This entry was posted on Senin, 25 Mei 2015 at 08.02. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response.



Agen Judi Online
Agen Judi
Agen Judi Terpercaya
Agen Bola
Bandar Judi
Bandar Bola
Agen SBOBET
Agen Casino
Agen Poker
Agen IBCBET
Agen Asia77
Agen Bola Tangkas
Prediksi Skor
Prediksi Skor Bola KOREA UTARA VS BAHRAIN 17 November 2015
Prediksi Pertandingan RUSIA VS KROASIA 17 November 2015
Prediksi FC LORIENT VS PARIS SAINT GERMAIN 21 November 2015